Jumat, 01 Juni 2018

Pergeseran Makna Tari Balean Dadas

Pergeseran Makna Tari Balean Dadas akibat Arus Globalisasi

Tari Balean Dadas adalah tarian adat masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah untuk meminta kesembuhan kepada Ranying Hantla Langit (Tuhan). Wadian dadas yaitu salah satu sarana upacara dalam bidang pengobatan tradisional pada masyarakat Suku Dayak Manyan di Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Konon, wadian dadas pada mulanya didapat melalui ilham yang diperoleh seorang wanita bernama Ineh Ngundri Gunung. Wanita tersebut mendapatkan ilham untuk menjalankan suatu tugas dari seorang dewa untuk menyembuhkan seseorang atau apa yang diperintahkan oleh dewa. Wanita ini merupakan wadian yang pertama dan merupakan utusan dewa yang diwujudkan dalam bentuk elang. Dan wadian akan diteruskan oleh keturunan berikutnya. Pada zaman dahulu , apabila terjadi musibah atau panen tidak berhasil, orang Dayak Manyan memerlukan wadian sebagai sarana melepas kesulitan.salah satunya dengan menggunakan wadian dadas. Karena adanya pergeseran sosial dalam kehidupan masyarakat maka wadian dadas yang semula sebagai sarana upacara berubah menjadi balean dadas yang sampai sekarang diyakini dapat memberikan keselamatan bagi masyarakat Dayak Manyan. Pada tahun 1980an wadian dadas dikenal oleh sebagian masyarakat Kota Palangkaraya, wadian dadas yang semula berfungsi sebagai upacara ritual pengobatan menjadi inspirasi bagi kemunculan tari Balean Dadas.




Tari Balean Dadas biasanya dibawakan oleh 6 orang penari wanita dan 2 orang penari laki-laki. Mereka menggunakan baju warna kuning dengan hiasan daun sawan dan daun janur. Di tangan kanan dan kiri penari mengenakn gelang kuningan yang cukup berat. Formasi tarian berupa gerakan melingkar dan berputar-putar, menggambarkan mereka sedang melakukan ritual pengobatan sambil diiringi oleh lirik-lirik lagu berupa mantra. Tari Balean Dadas diiringi alat musik tradisional yang berupa kecapi, gong, gendang, dan garantung. Namun, seiring perkembangan zaman, musik pengiring Balean Dadas telah digantikan dari hasil rekaman berupa kaset maupun compact disk.
Seiring dengan arus globalisasi yang tentunya juga berdampak di Kalimantan Tengah membuat Tari Balean Dadas berubah fungsi dan makna. Seiring perkembangan dunia medis, tarian Balean Dadas/wadian tidak lagi sebagai sarana pengobatan dan penyembuhan.  Zaman sekarang banyak muda mudi yang belajar tari Balean Dadas sebagai sarana hiburan maupun perlombaan dan tentunya juga melestarikan eksistensi tari Balean Dadas ini. Pada saat  ini tari Balean Dadas ditampilkan dalam acara adat dan acara pemerintahan seperti pada saat penyambutan tamu. Meskipun tari Balean Dadas merupakan tari tradisional dan kuno tetapi tetap dilestarikan dan cukup berkembang di Kalimantan Tengah dan menjadi suatu seni tari pertunjukan yang dikemas  menarik pada event-event budaya yang diadakan di Kalimantan Tengah.

1 komentar: