Pergeseran Makna Tari Balean Dadas akibat Arus Globalisasi
Tari Balean Dadas biasanya dibawakan oleh 6 orang penari wanita dan 2 orang penari laki-laki. Mereka menggunakan baju warna kuning dengan hiasan daun sawan dan daun janur. Di tangan kanan dan kiri penari mengenakn gelang kuningan yang cukup berat. Formasi tarian berupa gerakan melingkar dan berputar-putar, menggambarkan mereka sedang melakukan ritual pengobatan sambil diiringi oleh lirik-lirik lagu berupa mantra. Tari Balean Dadas diiringi alat musik tradisional yang berupa kecapi, gong, gendang, dan garantung. Namun, seiring perkembangan zaman, musik pengiring Balean Dadas telah digantikan dari hasil rekaman berupa kaset maupun compact disk.
Seiring dengan arus globalisasi yang tentunya juga berdampak di Kalimantan Tengah membuat Tari Balean Dadas berubah fungsi dan makna. Seiring perkembangan dunia medis, tarian Balean Dadas/wadian tidak lagi sebagai sarana pengobatan dan penyembuhan. Zaman sekarang banyak muda mudi yang belajar tari Balean Dadas sebagai sarana hiburan maupun perlombaan dan tentunya juga melestarikan eksistensi tari Balean Dadas ini. Pada saat ini tari Balean Dadas ditampilkan dalam acara adat dan acara pemerintahan seperti pada saat penyambutan tamu. Meskipun tari Balean Dadas merupakan tari tradisional dan kuno tetapi tetap dilestarikan dan cukup berkembang di Kalimantan Tengah dan menjadi suatu seni tari pertunjukan yang dikemas menarik pada event-event budaya yang diadakan di Kalimantan Tengah.


